Sabtu, 03 Desember 2011


BAB 4
PENDEKATAN SISTEM
DALAM MEMECAHKAN MASALAH
& MEMBUAT KEPUTUSAN

A.    PENDAHULUAN
Pada pendekatan sistem disini bahwa komputer dapat berperan pokok dalam metode ini.   Selain itu kita juga akan mengetahui bahwa terdapat perbedaan cara dari tiap – tiap   manajer dalam menanggapi masalah, mengumpulkan informasi serta menggunakan informasi. Pokok pada pendekatan sistem adalah pengidentifikasian (pengenalan) dan pemisahan masalah atau rangkaian masalah yang berhubungan, diikui dengan proses pemecahan yang sistematik.
Pada tahun 1910, Professor John Dewey mengemukakan tiga pendapat atau keputusan yang dilibatkan dalam pemecahan perdebatan secara adil, antara lain :
a. Mengetahui perdebatan tersebut;
b. Mempertimbangkan tuntutan alternatif;
c. Membuat keputusan.

B.     PEMBAHASAN       
4.1  Pendekatan Sistem
Ø  Pemahaan Dasar Pemecahan Masalah &Pembuatan Keputusan
Ø  Dalam pemahaman ini bahwa berorientasikan kepada suatu perbaikan yang mengalami kesalahan. Kemudian setelah perbaikan tersebut telah dilakukan oleh manajer barulah suatu pembuatan keputusan harus dilakukan kembali supaya mencegah sesuatu yang menyimpang dari yang sedang terjadi atau meminimalkan pengaruh yang yang disebabkan oleh sesuatu yang menyimpang tersebut.


Ø  Tahapan Pemecahan Masalah dengan menggunakan Pendekatan Sistem
Pemecahan terhadap masalah harus tetap diberikan kepada sistem untuk dapat mencapai tujuannya, sebagaimana yang ditentukan dalam standart penampilan. Maka dari itu standart harus ditentukan dengan jelas. Maksudnya adalah bahwa manajer menjelaskan keadaan yang diinginkan, yaitu apa yang dicapai oleh sistem.

Selanjutnya, manajer harus mempunyai informasi yang menjelaskan keadaan pada saat itu, yaitu apa yang dicapai sistem sekarang. Jika keadaan saat itu dan yang diinginkan sama, maka tidak ada masalah dan manajer tidak perlu melakukan tindakan apa – apa.Akan tetapi, jika keadaan tersebut berbeda artinya ada beberapa masalah yang terjadi dan harus diselesaikan. Lalu, dari perbedaan keadaan saat itu dengan keadaan yang diinginkan menunjukkan kriteria pemecahan antara lain apa yang akan dilakukan untuk membuat keadaan pada saat itu menjadi keadaan yang diinginkan.



Ø  Faktor  Manusia yang mempengaruhi Pemecahan Masalah
Tiap manajer  mempunyai cara pemecahan masalah yang berbeda. Tiga dimensi dari cara (style) itu dapat untuk mengklasifikasikan manajer menurut perbedaan perorangannya. Dimensi tersebut antara lain:
a. Penangkapan Masalah
Manajer dapat dibagi menjadi tiga kategori dalam hal cara penangkapan masalah, yaitu cara mereka dalam menghadapi masalah, sebagai berikut:
l  Penghindar Masalah
Manajer melakukan sikap positif dan menganggap segala sesuatunya berjalan dengan baik. Usaha dilakukan guna menutup atau tidak menampilkan kemungkinan adanya masalah dengan cara mengabaikan informasi atau menghindari perencanaan yang teliti.
l  Pemecah Masalah
Manajer tidak mencari masalah dan juga tidak menutup adanya masalah yang muncul.
l  Pencari Masalah
Merupakan manajer yang agresif.

b. Pengumpulan Informasi
Perbedaan para manajer dalam mengembangkan dan mengevaluasi pemecahan masalah bila masalah tersebut tertangkap (dirasakan). Manajer dapat melakukan satu dari dua cara pengumpulan informasi, yaitu mengenai sikapnya terhadap volume keseluruhan informasi yang ada padanya, seperti di bawah ini:
l  Cara Memerintah
Manajer melakukan manajemen dengan pengecualian dan menampilkan segala sesuatu yang tidak dengan kriteria tertentu.
l  Cara Menerima
Manajer ingin melihat segala sesuatu dan kemudian menentukan apakah ia akan berguna dirinya sendiri atau orang lain dalam organisasi.

c. Penggunaan Informasi
Dalam hal ini pun manajer memakai satu dari dua cara penggunaan informasi, yaitu cara menggunakan informasi untuk memecahkan masalah, antara lain:
l  Cara Sistematik
Manajer memberikan perhatian khusus untuk mengikuti metode pemecahan masalah yang ditentukan.
l  Cara Intuitif
Manajer tidak menggunakan suatu metode tertentu, namun ia menyesuaikan pendekatan sistem yang  berbeda


C.     KESIMPULAN
Dari artikel dan pembahasan di atas,saya menyimpulkan bahwa Model merupakan alat yang terkenal dalam bisnis. Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Analisis literatur bisnis menunjukkan peningkatan dalam pembahasan mengenai model. Pembuatan model selalu merupakan alat pemecahan masalah yang penting.



D.    DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar